Beberapa waktu ini di facebook ane banyak banget yang ngomenin video tentang ibu. Emang bener banget gan, naluri seorang ibu terhadap anaknya begitu kuat. Beberapa hari ini kondisi badan ane ni ga enak banget, terjadi kekakacauan disaluran ekskresi ane, trus ditambah pusing-pusing di kepala, dan dilengkapi lelahnya mata ini.. Niatnya ane emang sengaja ga ngasih tau orang rumah kalo ane lagi ga enak body, temen-temen ane juga ga pada tau kalo ane sakit. Ya, ane pikir ini sakit kecil-kecilanlah..paling satu-dua hari juga sembuh. Eh, Luar biasa takjub ane gan! Ibu ane tiba-tiba nelpon nanyain kondisi ane. Subhanallah..mau ga mau ane ngomong juga akhirnya. Ibu itu sungguh malaikat terhebat yang diberikan Tuhan terhadap anaknya gan!
Waktu sakit itu juga ane inget ada temen ane yang bilang kalo ane dah jarang nge-post puisi lagi nih. Hehee..iya juga ya, dah lama ane ga posting puisi. Hmm..inget itu ane jadi pengen main-main ke folder “my creative” di kompi ane deh gan. Entah, ga tau kenapa file yang pertama ane buka adalah puisi berjudul “Goresan di Dinding”. Kalo yang sering mampir ke blog atau notes fesbuk ane mungkin pada yang tau ya. Kalo yang belum tau tapi ingin tau tinggal klik aja judulnya yang tadi, ok.
Nih gan puisi bikinan ane lagi, maaph ya kalo jelek..
Mimpi
Seberkas bayangmu tercipta dibenakku
Kurasakan dalamnya artimu
Dalam satu keindahan,
Keindahan yang tak dapat terlukiskan
Kecantikan yang menakjubkan
Kini,
Marunmu telah memudar
Merahmu pun semakin memancar
Neo cortex-ku pun berkata,
“dia bukanlah wanita terakhir yang diciptakan Tuhan”
Mungkin dia benar, tapi tidak menutup kemungkinan dia juga salah
Cinta bukanlah peperangan yang mengandalkan logika
Cinta adalah sebuah rasa,
Sebuah rasa yang mampu mengalahkan keagungan logika
Aku tersadar
Mungkin kamu hanyalah bunga mimpi,
Yang akan hilang ketika aku terbangun di pagi hari
Namun aku pun tersadar
Bahwa, pencapaian tertinggi orang-orang besar dunia pun berawal dari mimpi
Yudi Bastian
Jatinangor, 21 Oktober 2009.
Mohon komentarnya gan!
Makasih juga dah nyimak yak!
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 22 Oktober 2009
Selasa, 14 Juli 2009
Siapakah Aku ???

Aku adalah teman setiamu..
Aku penolongmu yang terbesar atau bebanmu yang terberat. Aku bisa mendorongmu maju atau menyeretmu menuju kegagalan. Aku sepenuhnya tunduk pada perintahmu. Sebagian hal yang kau lakukan, sebaiknya kau serahkan saja kepadaku, maka aku akan melakukannya dengan cepat dan tepat.
Aku mudah diatur..
Kau tinggal tegas terhadapku. Tunjukkan kepadaku, bagaimana mestinya hal itu kau lakukan dan setelah belajar beberapa kali aku akan melakukannya secara otomatis.
Aku adalah hamba dari semua insan yang besar dan sayangnya aku juga hamba dari semua insan pecundang. Mereka yang besar telah ku jadikan besar dan mereka yang gagal telah ku jadikan pecundang.
Kamu bisa menjalani aku demi keuntungan atau demi kehancuran, semua tak ada bedanya bagiku. Aku bukan mesin walaupun kau bekerja dengan ketepatan seperti mesin yang ditambah dengan intelijensia manusia..
Ambillah aku.. Latihlah aku..
Maka aku akan meletakkan dunia di kakimu…
Lemahlah terhadapku…
Maka aku akan menghancurkanmu…
Siapakah Aku ???
Selasa, 19 Mei 2009
Hei!

Hei!
Aku melihat bintang itu menari
Alunan kakinya membentuk langkah-langkah indah
Gerak badannya mencerminkan kesumringahan
Namun, mengapa bintang itu meredup?
Langkahnya terlihat kaku
Kesumringahannya berganti dengan kegelisahan
Padahal aku hanya mendekat untuk melihatnya lebih jelas
Aku tidak bersinar
Tapi mengapa bisa aku meredupkan cahayanya?
Apakah kehadiranku membuatnya terancam dan takut?
Sampai sang bintang malu memperlihatkan sinarnya lagi
Baiklah aku akan kembali keawal aku berpijak
Aku ingin melihatnya tetap menari
Membentuk langkah indah penuh kesumringahan
Sabtu, 21 Februari 2009
Goresan di Dinding Itu
.jpg)
Ada dinding besar yang menghalangiku.
Ingin rasanya menghancurkan dan merobohkannya.
Namun sayang aku tak bisa melakukannya.
Karena jika aku hancurkan, maka kehancuran yang lain akan menimpa.
Kehancuran yang aku tak tau bagaimana dampaknya.
Aku hilangkan ego kotorku itu untuknya.
Aku akan membiarkan dinding itu kokoh berdiri.
Karena di dinding itulah tempatnya bersandar saat ini.
Berbagi suka, melumpuhkan lara.
Namun, salahkah jika aku membuat goresan di dinding itu?
Goresan yang ku ingin memberi satu kenangan untuknya.
Bukan harapku robohnya dinding itu nanti.
Namun setengah nafas ini masih terbawa olehnya.
Sabtu, 10 Januari 2009
Terima Kasih ya Allah
Terima kasih ya Allah, anugrahmu akan selalu indah ku rasakan..
setahun kebelakang engkau telah memberikan begitu banyak kesempatan untuk merasakan segala sesuatunya yang ada dihadapkan ku..
Tiada keluh dariku untukmu..
Doa ku panjatkan kepada-Mu untuk;
kakek-nenekku terkasih..
yang telah kembali menghadap kepangkuanmu..
Semoga Engkau selalu memberikan yang terbaik untuknya..
Sampaikan maafku untuknya ya Allah, belum sempat rasanya aku memberikan kebahagiaan yang aku ingin berikan kepadanya..
Ayah-ibuku tersayang..
Semoga aku selalu membuat keduanya tersenyum bahagia dan jauhkanlah aku dari sesuatu yang melukai hatinya ya Allah..
Kakak-adikku tercinta..
Semoga aku selalu menghangatkan suasana bagi kalian..
Sahabat-sahabat terhebat..
Semoga aku selalu menghadirkan kenyamanan untuk kalian..
Aku hanya hamba lemah yang selalu meminta kepada-Mu..
Semoga usia yang baru ini dapat kulalui dengan sangat baik..
setahun kebelakang engkau telah memberikan begitu banyak kesempatan untuk merasakan segala sesuatunya yang ada dihadapkan ku..
Tiada keluh dariku untukmu..
Doa ku panjatkan kepada-Mu untuk;
kakek-nenekku terkasih..
yang telah kembali menghadap kepangkuanmu..
Semoga Engkau selalu memberikan yang terbaik untuknya..
Sampaikan maafku untuknya ya Allah, belum sempat rasanya aku memberikan kebahagiaan yang aku ingin berikan kepadanya..
Ayah-ibuku tersayang..
Semoga aku selalu membuat keduanya tersenyum bahagia dan jauhkanlah aku dari sesuatu yang melukai hatinya ya Allah..
Kakak-adikku tercinta..
Semoga aku selalu menghangatkan suasana bagi kalian..
Sahabat-sahabat terhebat..
Semoga aku selalu menghadirkan kenyamanan untuk kalian..
Aku hanya hamba lemah yang selalu meminta kepada-Mu..
Semoga usia yang baru ini dapat kulalui dengan sangat baik..
Minggu, 23 November 2008
Terimakasih Engkau Mimpiku
Semakin Lama Waktu Yang Terlewatkan
Semakin Lama Dirimu Dalam Ingatan
Aku Masih Saja Terlelap Dalam Satu Impian
Sedangkan Engkau Telah Membangun Mimpi Baru
Menggenggam Indahnya Hari Esok
Merajut Ruang Waktu Yang Elok
Disaat Aku Masih Termenung
Engkau Telah Merasa Riang dan Bahagia
Melewatkan Hari Dengan Tawa
Merangkai Senja Dengan Warna
Walaupun Aku Masih Saja Termenung Dengan Satu Impian
Aku Tak Merasakan Kecewa
Aku Berharap Ada Secercah Harapan
Yang Dapat Aku Raih, Lalu Aku Wujudkan
Menjadi Puing-Puing Kasih Sayang
Yang Kuikatkan Dalam Cinta
Dan Kuberi Wadah Dengan Kebahagiaan
Kini Maafkanlah Aku
Karena Mungkin Mimpi Ini Akan Segera Ku Akhiri
Terik Matahari Telah Datang Menyapaku
Menerangkan Pandangan Mata,
Menyadarkan Raga
Aku Harus Bergegas
Menyiapkan Diri,
Menghadapi Pagi
Terimakasih Untuk Engkau, Mimpiku
Terimakasih Telah Hadir Dalam Lelapku
by; Yudi Bastian
Semakin Lama Dirimu Dalam Ingatan
Aku Masih Saja Terlelap Dalam Satu Impian
Sedangkan Engkau Telah Membangun Mimpi Baru
Menggenggam Indahnya Hari Esok
Merajut Ruang Waktu Yang Elok
Disaat Aku Masih Termenung
Engkau Telah Merasa Riang dan Bahagia
Melewatkan Hari Dengan Tawa
Merangkai Senja Dengan Warna
Walaupun Aku Masih Saja Termenung Dengan Satu Impian
Aku Tak Merasakan Kecewa
Aku Berharap Ada Secercah Harapan
Yang Dapat Aku Raih, Lalu Aku Wujudkan
Menjadi Puing-Puing Kasih Sayang
Yang Kuikatkan Dalam Cinta
Dan Kuberi Wadah Dengan Kebahagiaan
Kini Maafkanlah Aku
Karena Mungkin Mimpi Ini Akan Segera Ku Akhiri
Terik Matahari Telah Datang Menyapaku
Menerangkan Pandangan Mata,
Menyadarkan Raga
Aku Harus Bergegas
Menyiapkan Diri,
Menghadapi Pagi
Terimakasih Untuk Engkau, Mimpiku
Terimakasih Telah Hadir Dalam Lelapku
by; Yudi Bastian
Rabu, 08 Oktober 2008
Pagi Ini
Alhamdulilah pagi ini Allah masih memberi aku kesempatan untuk menghirup udara pagi
Walaupun hari-hari yang lalu selalu aku lewatkan dengan perbuatan dosa yang hina
Ketika udara yang diselimuti embun pagi mulai memasuki lubang-lubang hidungku
Ketika matahari meranjak dari ufuk timur
Kurasakan indahnya pagi ini
Manusia hina ini kembali diberi kesempatan merasakan dunia fana ini
Manusia ini kembali akan perbuatan dosanya
Entah apa bentuknya,
Entah apa besarnya,
Entah berapa banyak jumlahnya
Namun Engkau selalu setia dengan ke maha pengampun-Mu
Aku tak tau kapan ku perbuat dosa itu
Aku tak tau mengapa aku berbuat dosa
Bahkan setiap kebaikan pun aku takut berbuat dosa
Engkaulah yang berkehendak menentukan segalanya
Aku hanya bisa berbuat dengan usahanya
Engkaulah yang maha mengetahui segalanya
Aku hanya tau Engkau selalu memberikan apa yang umatmu butuhkan
Bukan apa yang ia inginkan
Walaupun hari-hari yang lalu selalu aku lewatkan dengan perbuatan dosa yang hina
Ketika udara yang diselimuti embun pagi mulai memasuki lubang-lubang hidungku
Ketika matahari meranjak dari ufuk timur
Kurasakan indahnya pagi ini
Manusia hina ini kembali diberi kesempatan merasakan dunia fana ini
Manusia ini kembali akan perbuatan dosanya
Entah apa bentuknya,
Entah apa besarnya,
Entah berapa banyak jumlahnya
Namun Engkau selalu setia dengan ke maha pengampun-Mu
Aku tak tau kapan ku perbuat dosa itu
Aku tak tau mengapa aku berbuat dosa
Bahkan setiap kebaikan pun aku takut berbuat dosa
Engkaulah yang berkehendak menentukan segalanya
Aku hanya bisa berbuat dengan usahanya
Engkaulah yang maha mengetahui segalanya
Aku hanya tau Engkau selalu memberikan apa yang umatmu butuhkan
Bukan apa yang ia inginkan
Setengah Nafas
“Setengah Nafas”
KuSandarkan Diri pada Lamunanku
Bersama Cinta tak SadarkaH Dia,
Aku Hanya Mampu Memendam Rasa ini Dalam-dalam
Ragaku Mungkin diSini, BerSama Mereka,
tapi JiwaKu Pergi
PikiranKu TerSandar olehnya dan
Semua AnganKu Hanya Mampu KuSimpan Sendiri Malam ini
KuSandarkan DiriKu pada Bahu Mereka yang Ada diSini
Saat Malam Semakin Larut,
JiwaKu Pun Semakin Larut TerBawa Pergi
Sampai AkhirNya
Aku Mampu Menghela Setengah NafasKu dan
SetengahNya Lagi Belum TerJawab,
Sudah BiarKan SemuaNya TerJawab hari Esok,
Karena Ku Tahu
Malam Ini Dia Telah Terjaga..
(ioudi)
KuSandarkan Diri pada Lamunanku
Bersama Cinta tak SadarkaH Dia,
Aku Hanya Mampu Memendam Rasa ini Dalam-dalam
Ragaku Mungkin diSini, BerSama Mereka,
tapi JiwaKu Pergi
PikiranKu TerSandar olehnya dan
Semua AnganKu Hanya Mampu KuSimpan Sendiri Malam ini
KuSandarkan DiriKu pada Bahu Mereka yang Ada diSini
Saat Malam Semakin Larut,
JiwaKu Pun Semakin Larut TerBawa Pergi
Sampai AkhirNya
Aku Mampu Menghela Setengah NafasKu dan
SetengahNya Lagi Belum TerJawab,
Sudah BiarKan SemuaNya TerJawab hari Esok,
Karena Ku Tahu
Malam Ini Dia Telah Terjaga..
(ioudi)
Langganan:
Postingan (Atom)