Kamis, 12 Maret 2009

A Beautiful Mind & My Indigo

Entah apa yang mempengaruhi otak gue saat ini, yang pasti ketika mata ini terbuka gue langsung terpikir olehnya. Mengingat hal semalam, yang ketika gue pikirkan saat ini, sungguh betapa menyebalkan diriku kepadanya, mungkin. Tak ada niat untuk membuatnya sebal, tapi apabila kepedulian gue ini membuatnya sebal. Ok, gue sadar akan hal itu dan maaf untuk semuanya itu.

Ok, saat ini lagi-lagi.. Skripsi belum terjamah tapi sepertinya walaupun sedikit udah ada setitik pencerahan yang akan mengarahkan gue mengerjakan tugas kuliah yang terspesial itu. Dua hari lalu tak ada kegiatan yang gue lakukan selain membaca ulang novel yang akan menjadi objek skripsi gue itu. Bercengkrama dengan komputer, mencari-cari bahan pemikiran, kajian teori, metode, dkk. Browsing dan surfing web sana-sini untuk mencari secuil kalimat-kalimat yang bisa memuaskan hasrat gue itu. Namun sayangnya hanya sedikit sekali yang gue dapat.

Setelah seharian di kamar dan bergulat dengan komputer, kebosanan mulai melanda gue malam harinya. Lagi-lagi internet alat yang sungguh amat canggih mandraguna. Gue mencari hiburan lewatnya. Gue dapet rekomendasi film bagus dari doi. Judulnya A Beautiful Mind. Ini film lama dan gue sepertinya sering mendengar film ini menjadi favorit temen-temen gue tapi entah kenapa gue tak tertarik melihatnya saat itu? dan kenapa pula film itu menjadi favorit gue juga saat ini?? entahlah.

Lo semua ada yang pernah nonton ni film khan? Iye gue tau sadar gue telat nonton..
Kalo ada yang belum atau yang pengen punya filmnya nih gue kasih link buat download filmnya.
-Klik A beautiful Mind-


Schizopherenia
Apa yang pertama yang ada dibenak lo ketika lo mendengar kata itu?
Yah, itu adalah nama sebuah penyakit. Sebuah penyakit yang mengingatkan kita akan kebesaran Tuhan. Schizopherenia/Skizofrenia artinya kepribadian yang terpecah, antara pikiran, perasaan dan perilaku. Dalam artian apa yang dilakukan tidak sesuai dengan pikiran dan perasaanya. Secara spesifik skizofrenia adalah orang yang mengalami gangguan emosi, pikiran dan perilaku.

Di film itu John Nash tokoh utamanya, adalah seorang pengidap schizopherenia. Seorang jenius yang digambarkan mempunyai teman kasat mata, ilusi dia semata. Penyakit yang hampir membuatnya gila permanen. Kerennya ni film (menurut gue), ketika dia tau dia kena penyakit seperti itu, dia ngga percaya dan mencari kebenarannya. Dia merasa teman ilusinya itu benar-benar ada dan nyata. Dia mencari tahu sampai akhirnya dia sadar bahwa temannya itu ternyata hanya ilusi abadi dan hanya dia seorang yang merasakannya. Ketika itu dia memutuskan tidak berinteraksi lagi dengan teman ilusinya itu. Disana digambarkan pula bahwa teman ilusinya itu menemaninya sepanjang waktu, sampai akhir hayatnya.

Keren sangat!
Orang-orang yang berjiwa besar gini nih bikin spirit lebih buat gue. Salut!

Indigo
Apa yang pertama kali lo pikir tentang indigo?
Yah, indigo adalah sebuah warna percampuran antara biru dan merah. Tapi yang dimaksud gue disini bukan indigo sebagai warna. Sepertinya setelah menonton A Beautiful Mind gue jadi kepikiran nih.

Ketika awal tahun kuliah, gue cukup sering mengalami kejadian yang sebelumnya sudah terpikirkan. Aneh! Yoi gue juga ngerasa gitu. Mungkin diantara lo ada yang berpikir gue hanya de javu aja yah. Kalo menurut gue de javu itu khan kita seolah-olah pernah ngalamin kejadian itu sebelumnya. Nah kalo yang gue ini kejadiannya gue ga pernah ngalamin tapi sebelumnya terpikirkan.

Contohnya gini, lo pernah berpikir hal-hal konyol? Pastinya, dan gue juga pernah melakukannya. Seperti biasa sehabis kuliah gue pasti pulang dengan berjalan kaki (pedestrian, hahaa..gaya!), ketika jalan sendiri itu kadang suka terlintas pikiran konyol. Saat itu gue membayangkan, gmn yah kalo mahasiswa asing ngalamin kejadian konyol? Dan BANG!! Tuhan menjadikannya nyata. Beberapa detik setelah melewati belokan, seorang mahasiswa dan tukang ojek jatuh dari motornya di deket gue. Gue jadi keheranan sendiri. Ok, lebih cadasnya ternyata mahasiswanya itu Malaysian. Konyolnya tuh mahasiswa tampak sock terus bibirnya komat-kamit aja. Mungkin kalo gue translate-in jadinya amit-mait jabang bayi, makan gula rasanya manis, makan garam rasanya asin..hahahaa…

Adeuh, merasa bersalah gue dah kepikiran kaya gtu dan Malaysian itu cukup cantik. ^_^

Itu salah satu kejadiannya. Beda khan sama de javu?
Beberapa semester yang lalu gue pernah cerita ini ke temen dan dia bilang gue ngalamin halusinasi yang disebutnya indigo. Apa itu indigo? Gue juga ga tau, yang pasti pengalaman seperti itu namanya indigo katanya. Mudah-mudahan ini bukan penyakit..

Untuk mencari tau gue coba tanya ke paman google..
Hahaa.. gue dapet apa itu indigo? Ada karakter indigo..
Yang bagusnya bikin gue kaget! Saran gue buat lo jangan dipercaya..hahaa…
Dan semua yang jeleknya, kecuali hal amarah bisa diterima..
Nih kalo mau baca klik aj.

O ow.. comment jangan lupa bro..

Rabu, 11 Maret 2009

Jalan Terbaik (mencoba mencerpen)

Hoihoiii…
Uh, awalnya mau nulis cerpen yang ringan-ringan tapi pas udah nulis jadi belok haluan gini.. rada melankolis nan plegmatis..
Maaph ya bos-bos.. kalo tulisan kali ini rada-rada sadis dan cadas jg..
Gue dapet ide cerpen ini dari salah satu dosen gue cuy..


Jalan Terbaik

Malam kian larut, bulan pun mulai terhalang oleh awan-awan yang berkeliaran disampingnya. Tiada bintang-bintang malam ini, bahkan salah satu bintang itu telah pergi untuk selama-lamanya. Ya, tepat seminggu yang lalu aku ditinggalkan nenekku tercinta. Beliau pergi dari dunia ini menuju akhirat yang kekal. Doaku mengiringinya hampir setiap hari. Dalam detik, menit, jam, dan hari-hari ketika beliau sakit tak hentinya ku berdoa. Satu doa yang ku panjatkan, semoga Tuhan memberikan yang terbaik untuknya. Maka Tuhan memperlihatkan kematiaanlah yang terbaik untuknya. Selamat jalan nenekku.

Tepat sepuluh hari sebelum wafatnya, nenekku selalu menyapa cucu-cucunya. Menemui mereka dengan hangat dan senyuman yang tak terlupakan. Tepat hari ini adalah hari dimana umat muslim sedunia merayakan hari kemenangan. Takbir berkumandang hampir dipelosok bumi. Idul Fitri kali ini merupakan Idul Fitri terakhirnya. Terakhir dimana aku mendengar suara doanya ketika ku cium tangannya. Terakhir dimana keluarga besar ini berkumpul dan berbagi rasa dengannya.

Senyumnya menghiasi hari-hari itu. Kami, para cucunya secara tak disengaja berkumpul membuat forum tersendiri dengan nenek, tanpa kehadiran orang tua kami yang merupakan anak-anaknya. Perkumpulan ini tanpa disengaja terbuat atau memang Tuhan kah yang telah mengaturnya? Sedih rasanya mengetahui bahwa disaat itulah waktu terakhir kami berkumpulnya.

Setelah lima hari berada di rumah untuk merayakan lebaran, aku akan kembali ke kota dimana aku menuntut ilmu. Setelah berpamitan dengan kedua orang tua ku tak lupa pula berpamitan dengan nenek. Ku cium tangannya dan terdengar suara seperti yang diucapkannya saat Idul Fitri lalu. Aku berlalu dari Jakarta menuju Bandung.

Kuat dalam ingatanku dua nasehat terbesarnya dalam hidupku. Jangan pernah berpaling dan mengecewakan orang tua dan selalu ingatlah perintah Tuhan-mu yang telah menciptakan orang tuamu.

Tak berapa lama berada di Bandung aku kembali ke Jakarta. Nenekku masuk rumah sakit. Berita itu sungguh mengagetkan, karena tak terbayang jika nenek akan jatuh sakit. Sebelum, saat, dan setelah Idul Fitri beliau masih terlihat bertenaga. Bahkan saat aku berpamitan. Namun inilah suratan takdir, tak bisa ditebak dengan akal.

Sesampainya di Jakarta aku langsung menuju rumah sakit. Orang tua, paman dan bibi ku semua ada disana. Ku lihat nenek berada dalam sebuah ruangan yang dipenuhi dengan alat-alat medis. Beberapa dokter dan perawat berada di dalamnya memeriksa dan memasangkan banyak alat bantu kehidupan di tubuh nenek. Tak lama kemudian sekelompok berbaju putih itu keluar. Satu dokter menemui orang tua ku. Entah apa yang mereka bicarakan.

Tuhan mendengar doaku untuk memberikan yang terbaik bagi nenek ku. Ternyata alat bantu kehidupan dokter itu dikalahkan oleh takdir Tuhan. Alat tersebut hanya bertahan tak lebih dari dua hari. Nenekku kini telah pergi menghadap Sang Pencipta.

Janganlah kau takut dengan kematian, karena sesungguhnya engkau pun belum hidup.


*jangan lupa comment cuy...

Senin, 09 Maret 2009

Simple Sample Feminism..

Dulu ketika gue masih semester 3, gue punya minat besar tentang kajian feminisme. Tepatnya ketika gue dapet teori kajian sastra. Waktu itu dosen gue memberikan contoh sebuah sinopsis cerpen seorang feminisme ulung di Mesir sana untuk dibahas.. Sadis dan sedih bro ceritanya..

Mungkin lo bertanya kenapa seorang cowo membahas hal-hal seperti ini? Jawaban gue simple, siapa pun bebas meng-explorasi isi otaknya dan gue hanya mencoba mengeluarkan beberapa catetan kecil yang ada di isi kepala gue ini melalui kata-kata..

Balik lagi ke soal feminisme, ada yang tau pengertian feminisme itu apa? Ok, simpen jawaban lo itu. Karena ini blog gue jadi yang akan gue tulis disini feminisme menurut otak gue.. feminisme menurut otak gue adalah suatu gerakan pemikiran laki-laki maupun perempuan yang menyadari ketimpangan struktur laki-laki dan perempuan di dalam masyarakat. Gue sadar, gue itu belum ada apa-apanya kalo ngomongin hal-hal seperti ini. Namun biarkanlah gue meng-explorasi pikiran ini. Kalo gue salah, tolong dikasih tau yo..

Itu khan feminisme yah? Kalo maskulinisme apa yah kira-kira??
Kalo pengertiannya gue samakan aja gimana???

Berhubung ini awal gue berbicara jadi gue mau share beberapa hasil pengamatan gue yang mudah-mudah ada kaitannya sama feminisme.

Lo tau apa bedanya “tomboy” sama “banci” ???
Ok, itu pemikiran lo kalo lo mau tulis boleh qo tulis di-comment gue, hehee..ngarep!
Kedua sifat itu pasti atau pernahlah lo liat.. ya, yang tomboy itu suatu sifat yang dimiliki seorang perempuan yang mengindentikkan maskuline. Nah kalo banci itu sebaliknya laki-laki yang memiliki kecenderungan mengidentikkannya dengan feminine.. baik karakter, pola tingkah laku ataupun dalam hal berpakaian..

Kalo menurut lo dari kata “tomboy” dan “banci” mana diantaranya yang enak didenger?
Jawaban gue tomboy, kalo elo?? Coba yang setuju angkat tangan, hehee.. tapi itu si terserah lo mau milih yang mana.. bebas..

Kalo yang gue perhatiin dari temen-temen gue, mereka menilai cewe yang tomboy itu keren, terkesan mandiri, memiliki aura yang berbeda, membuat penasaran, dan patut ditaklukkan hatinya. Hahahaa..yg terakhir itu iseng gue aja nambahin. Sok coba bayangin, masa kalo lo dah ngomong seolah-olah mengaguminya banget lo ga coba taklukin hatinya. Wah kalo seperti itu gue jadi inget kata-kata Andrea Hirata nih, “imajinasi cinta adalah racun yang paling indah”, hahaa..peace boy!

Kenapa yah makna tomboy lebih baik dari banci? Coba aja lo pikir, lebih banyak orang yang memuji dari pada mencela tentang ke-tomboy-an. Sebaliknya banci lebih identik dengan negatif. Padahal intinya sama, sama-sama keluar dari wujudnya sebagai seorang perempuan dan seorang laki-laki..

Kenapa bisa gtu ya ??
Kalo benar. Maka dua-duanya harus mendapat pembenaran..
Kalo salah. Apakah patut dipersalahkan ??

Thanks broo..
Jangan lupa comment bro..hehee..ngarep!

Rabu, 04 Maret 2009

Horai Pemilu Bentar Lagii...

I’m coming.. hahaa...
Dah lama nih kaga ketak-ketik di blog..
Apa kabar kalian semua? Baik-baikkan..
Alhamdulillah gue juga baik-baik..

Beberapa belakangan ini gue rasanya males banget mau ngapa-ngapain dah. Kaga tau kenapa? Padahal sekarang ini organisasi sengaja gue off, alasannya biar bisa konsen sama skripsi, eh tapi malahan sebaliknya gue malah stagnant dengan kemalasan, skripsi bahkan gue belum sentuh sekalipun. Apa ada korelasinya ya? Aktif organisasi sama aktivitas kerja otak gue sama feel kerjanya itu. Gue malah heran sama diri gue sendiri kenapa bisa begini.. tapi sudahlah toh yang gue mau tulis di blog bukan itu, hehee..

O iya sebenernya ada hal lain juga yang bikin gue bersemangat beberapa hari ini. Gue merasakan sesuatu yang berbeda. Gue ga tau letaknya dimana? Tapi hahaa... eits-eits! Ini terlalu pribadi kalo gue bahas di-blog jadi ga usah dibahas.. dan ga penting jg, soalnya gue bukan artis dan semacamnya yang hal-hal pribadinya slalu ditunggu-tunggu..

Hoei-hoeii.. itu hanya intermezzo aja..

Pemilu Bentar Lagi Cuy
Pemilu bentar lagi nih, lo lo semua dah pada tau mau ngapain? Hahaa.. jangan Tanya balik ke gue, gue juga ga tau musti ngapain.. mau ikut kampanye nanti tapi sampe sekarang gue belum punya parpol favorit.. ada yang punya usul parpol yang baik?

Gue rada bosen nih ngeliat iklan-iklan di TV yang menggandang-gandang partai ato capres-nya seolah-olah yang terbaik dari yang terbaik yang ada di Indonesia. Terus belom lagi diberita-berita partai-partai (mau kader, pengurus atau capres-nya) yang perang kata-kata, saling menjatuhkan. Ya oloh.. emang ga bisa ya bersaing secara sehat?

Kayanya yang bahas soal persaingan antar partai udah cukup banyak dah, gue coba cari yang lain ahh..

Gue cukup seneng dah kalo pas mau deket-deket pemilu. Soalnya, itu para aparat partai-partai pasti perhatian sama rakyat kecil. Bentar lagi pas kampanye pasti dah baik-baik banget.. Liat nanti pasti banyak acara pembagian sembako untuk rakyat kecil, ato minimal sembako murah deh.. Nah pas ini nih rakyat kecil bener-bener merasakan kontribusi partai terhadap mereka. Apalagi yah? Ah pokoknya apa-apa yang dibutuhkan rakyat kecil jadi diperhatikan deh..

Kalo kaya gini gue jadi mikir, kenapa pemilu cuma 5 tahun skali? Kenapa ngga skalian aja pemilu staun skali?? Biar sembako murah buat rakyat kecil banyak, terus kebutuhannya yang lain sering diperhatikan.. khan enak tuh! Hehee..mungkin terdengar bodoh, tapi yang lebih bodoh lagi itu elo yg ga sadar lg baca blog orang bodoh ini, hahaa.. tipu! Hehee.. ngga denk! Becanda gue.

Tapi coba deh lo pikirin kapan lagi pejabat-pejabat papan atas perhatian lebih sama rakyat kalo bukan pas deket-deket pemilu? Ya gue ga menutup mata sama pejabat-pejabat yang perhatian sama rakyat kecil selain waktu pemilu juga ada, tapi yang gue katakana khan perhatian lebih. Hayoo cobaa..kapan lagi..


Siapa Yang Mau Golput?
Hayoo..diantara lo lo semua ada yang mau golput ya??
Bebas-bebas aja si kalo lo mau golput ato ngga, itu semua balik ke individu masing-masing.. untuk yang golput gue ada wacana nih.. pertama gue inget sama perkataan guru PPKN pas SMA lalu, kata-kata tepatnya gue lupa tapi intinya masih keingetan dia gue. Dia bilang kita/rakyat itu harus berpartisipasi dalam perkembangan suatu Negara. Nah salah satunya partisipasi memberikan hak suara untuk wakil-wakil rakyat. Oke kalo bicara idealisme gue rasa itu orang-orang yang golput pasti mempunyai pemikiran dengan idealisme yang luar biasa hebatnya. Apalagi orang-orang tersebut pasti berpikir kalo seandainya idealisme-nya digunakan Negara pasti Negara ini akan makmur dan sejahtera..

Orang-orang tersebut selalu mengambinghitamkan tiada wakil rakyat yang sepikiran dengannya, maka mereka berpikir lebih baik golput. Sungguh suatu kelakar yang egois kalo gue bilang. Menurut lo? Bebas aja kalo lo mau nilai seperti apa..

Tuhan menciptakan manusia berbeda, dari hal fisik maupun psikis. Orang yang sangat kembar dan mirip pun belum tentu sepikiran seluruhnya. Terserah si kalo lo mau golput tapi menurut gue orang-orang yang golput itu ga mau ikut berpartisipasi dalam perkembangan suatu Negara, mau Negara itu melarat maupun Negara itu makmur.. mungkin dia baru akan memilih kalo ada wakil rakyat yang se-ide dengannya, iy bagus kalo dengan idealisme-nya itu Negara bisa makmur sejahtera. Nah kalo sebaliknya Negara menjadi semakin melarat. Apa kabar ya idealisme-nya?

Negara ini butuh pastisipasi lo bukan hanya udah makmur dan sejahtera, tapi butuh partisipasi lo juga saat Negara ini masih melarat..

Weits! Panjang juga yang pertamanya ya. Hehee.. sorry boy..
Yang kedua, gue dapet isu kalo seandainya lo ga ikut milih hak suara lo bakal tetep dihitung, dan isu yang parahnya suara lo itu dijual-belikan.. hayaahh.. rugi skali padahal ga milih tapi qo tetep dihitung, mending kalo suara lo itu dibeli ato dibagi ke partai yang caleg-nya oke, nah kalo caleg-nya itu tukang korupsi? Wah-wah..tanpa lo sadari boy, lo telah berpartisipasi menciptakan seorang koruptor dengan hak suara kosong lo itu. Gue juga belum terlalu percaya sama nih isu tapi kalo gue pikir-pikir ada benernya juga. Soalnya gini, lo tau khan jumlah kursi di Senayan sana ada 550.. Nah kursi itu tidak berkurang dan selalu ada yang nempatin seberapa banyak pun yang milih dan yang golput jumlahnya bakal segitu-gitu aja, bahkan nambah. Nih coba lo klik baca ini.

Gue belum pernah denger kursi di Senayan sana berkurang gara-gara suara dalam pemilu kurang, hahaa.. lucu juga ya, misalnya penduduk Indonesia itu 100 juta orang terus yang ngegunain hak suaranya cuma 20 juta orang, sisanya 80 juta orang golput. Misalkan proporsional-nya tiap 1 juta orang itu mempunyai wakil rakyat berjumlah 50 orang. Yawdah berarti Indonesia itu cuma punya kursi yang diisi oleh legislator berjumlah 100 orang aja.. hahahaa.. bakal sepi ya tuh gedung parlemen. Tapi faktanya kalo di Indonesia itu berapa pun yang milih atao golput jumlah legislator-nya pasti 500an.. Kursi di Senayan sana emang si ada yang kosong tapi itu bukan seperti proporsional bikinan gue tadi tapi tuh kursi kosong karena legislator-nya mangkir ke Senayan. Makan gaji buta deh tuh orang..

Hehee..
kalo diantara lo ada yang ga senang dengan posting gue, bole-bole aja..
tapi ya ini blog gue, okei..

keep comment cuy..

Sabtu, 21 Februari 2009

Goresan di Dinding Itu









Ada dinding besar yang menghalangiku.
Ingin rasanya menghancurkan dan merobohkannya.
Namun sayang aku tak bisa melakukannya.
Karena jika aku hancurkan, maka kehancuran yang lain akan menimpa.
Kehancuran yang aku tak tau bagaimana dampaknya.

Aku hilangkan ego kotorku itu untuknya.
Aku akan membiarkan dinding itu kokoh berdiri.
Karena di dinding itulah tempatnya bersandar saat ini.
Berbagi suka, melumpuhkan lara.

Namun, salahkah jika aku membuat goresan di dinding itu?
Goresan yang ku ingin memberi satu kenangan untuknya.

Bukan harapku robohnya dinding itu nanti.
Namun setengah nafas ini masih terbawa olehnya.

Senin, 09 Februari 2009

Irfan Bachdim, Sergio van Dijk, dan PSSI

Waktu kmaren gue main-main ke goal.com trus gue dpet berita baginian nih, klik aj cuy’..

Gue kurang tau yah kebijakan apa yang bakal PSSI lakukan dengan mereka. Gue berharap mereka diberi kesempatan aja dulu.. Sayang khan ada pemain punya kualitas bagus disia-siakan..

Kabar ada pemain luar negri yang punya darah Indonesia sbenernya gue dengar udah lama juga. Cuma baru mencuat lagi sekarang-sekarang. Itu juga karna si Sergio van Dijk buat penyataan yang pengen banget membela merah-putih dikancah sepak bola internasional..

Tapi keterangan dari para juragan PSSI bilang sepak bola Indonesia tidak mengenal naturalisasi. Nah gue heran dah’, c Sergio itu punya darah Indonesia.. Sergio juga bisa bahasa Indonesia. Kalo c Irfan Bachdim dia emang cuma bisa bahasa Indonesia sedikit tapi gtu-gtu juga doi itu pernah ikut latihan timnas Indonesia U-23.. Tapi ada catetan special bokapnya Irfan tuh orang Indonesia.. Jadi kalo mereka disebut naturalisasi, ga pantes deh.. Mereka punya darah Indonesia gtu lho.. Paling kalo mau kasih aja pilihan kewarganegaraan.. Syukur kalo mau jadi WNI, kalo ga mau yawdah itu mah hak individunya masing-masing, yang penting coba dulu..

Aya-aya wae dah PSSI mah’.. di dalem negri juga gtu, ada pemain asing bagus mainnya terus punya minat tinggi buat main di Timnas Indonesia malah dicuekin.. contohnya tuh c Christian Gonzales, penyerangnya Persib kalo sekarang mah, dia mau banget ngebela Indonesia tapi dicuekin. Padahal udah proses sana-sini buat jadi WNI. Ah’ parah dah.. c Gonzales itu dah punya istri orang Indonesia, trus dah punya 2 anak pula, masih susah banget dapet status WNI..

Sebenernya yang menjadi WNI menurut versi PSSI tuh yang mana yah?

Setau gue menurut yang gue dapet di SMA, orang yang tinggal di Indonesia selama 5 tahun berturut-turut bisa menjadi WNI. Terus punya istri Indonesia juga bisa langsung jadi WNI.. hah’ aneh bangetlah.

Cuma pengen ikut menyebarkan aja cuy..

Keep comment... (ngareppp…)

Sabtu, 07 Februari 2009

Ajiibb Luar Biasa dan Rokok Part II

Holaa...
Senang berjumpa kembali.. hahahaa.. NORAK !!!

Gue dan mahasiswa Unpad pada umum baru aja melakukan salah satu ritual pengisian KRS.. Ritual yang sangat biasa dilakukan mahasiswa sebelum memulai masa perkuliahan.. Hal yang paling menentukan; seberapa besar IPK kamu akan sebanding dengan pengambilan SKS selanjutnya dalam pengisisan KRS..

Ajiibb.. luar biasa’
Campur gila perasaan gue, di satu sisi gue senang bukan main, tapi di satu sisi yang lain gue masih menerawang hal apakah yang musti gue lakukan lebih dulu.. (haiyaahh..bingung aja sampe nulis-nulis menerawang..)

Ok’ satu-satu.. Pertama, syukur Alhamdulillah IPK gue akhirnya untuk pertama kalinya (sejak gue kuliah tentunya..) menembus angka 3.. mungkin buat sebagian diantara kalian ada yang biasa aja ya dapet IPK 3, tapi buat gue’ wow’, ajiibb gilee..hehee..harap maklum, gue khan salah satu mahasiswa yang geblek kalo nerima pelajaran dari dosen-dosen yang jenius itu.. Kedua, semester ini gue ngambil SKRIPSI !! hayahh..lo tau khan gue mahasiswa geblek.. hahahaa… Temanya sii dah oke, dah mantep..lah teori sama metodenya..ini nih yang bikin gue bingung mau ngambil teori ma metode apa.. gue kasih bocoran deh’ gue mau ngebahas novel karya Nawal el-Saadawi – Perempuan Di Titik Nol.. Ada yang punya ide mau dibahas dari mana??

ups-ups.. cerita yang ini kita lanjut nanti, yang gue mau tulis di posting ini bukan itu..

Lanjut juragan...
Posting sebelumnya gue berpendapat mengenai diharamkannya rokok. Makasih yup’ buat yang udah comment-comment, haaiyyahh..dasar orang Indonesia, kata jamaknya gampang, diulang-ulang juga dah jadi kata jamak.. anehnya gue malah nulis pake English tapi jamaknya versi Indonesia, hahahaa..dasar GEBLEK !!!

Ada yang bikin gue penasaran nihh.. kalo fatwa MUI yang mengharamkan rokok itu efektif, para petani tembakau apa kabar yah? Apakah mereka akan kehilangan mata pencaharian mereka?? Lalu dari manakah mereka akan menghidupi keluarganya???

Untuk nyari jawabannya gue coba tanya ke uncle Google.. huh’, Alhamdulillah.. dari uncle Google gue sedikit tau sekarang.. katanya menurut Data BPS tahun 1995 hingga 2005 menunjukkan kontribusi industri rokok terhadap domestik bruto menurun dari 1,9 persen menjadi 1,6 persen. Sumbangan sektor pertanian tembakau pun ditengarai ikut menurun dari 0,13 persen menjadi 0,04 persen. Sedangkan jumlah petani tembakau pada tahun 2005 sebanyak 684 ribu. Jumlah tersebut 1,6 persen dari jumlah tenaga sektor pertanian atau 0,7 dari jumlah seluruh tenaga kerja di Indonesia. Info dari tempointeraktif.com

Alhamdulillah ternyata dari ribuan petani itu dalam setahun tidak hanya menanam tembakau. Karena eh’ karena tembakau itu adalah tanaman musiman, jadi penennya juga musiman.. Kesimpulannya petani itu tidak 100% berpenghasilan dari tani tembakau saja.. Selain bertani tembakau mereka pun bertani tanaman lain.. Jadi untuk petani tembakau kayanya cukup bisa berjaga-jaga deh’ kalo pendapatan mereka dari tani tembakau berkurang. Mereka udah siap-siap ganti stir ke tanaman lain untuk ditani..

Nah’ muncul pertanyaan lain di gue.. Kalo merokok yang untuk sebagian orang itu diharamkan, apa petaninya kena dosanya juga yah?? Ya walaupun dosanya sebagian aja, kena juga ga yah???
Hehehee... maklum yang posting rada geblek, jadi kurang tau dah sama yang beginian..

Kalo perusahaan rokok pendapatannya berkurang.. Apakah mereka akan mengurangi pasokan beasiswa yang mereka berikan kepada mahasiswa?? (ini hanya untuk perusahaan rokok yang ngasih beasiswa, yang ngga ngasih beasiswa mah ga usah ditanyain..)

Kalo sampe berkurang apa kabar para mahasiswa yang kurang mampu, yang kebetulan dapet beasiswanya dari perusahaan rokok yah??

Ok’ terakhir sekedar pengumuman gue bukan seorang perokok..
Gue mah cuma pengen liat fenomena yang terjadi dari sudut mana-mana aja..

Posting ini hanya merupakan ekspresi dari isi otak mahasiswa geblek ini..
Dilarang sakit hati ngebacanya..huehehee…

Keep comment cuy..