Sabtu, 02 Oktober 2010

Kenapa Orang Tua Melarang Anaknya Pacaran?

Akhirnyaaaa.. bisa juga menjamah ini blog/notes lagi.
Apa kabar agan-agan semua? Baik-baik saja khan?
Alhamdulillah gan, kabar ane juga baik-baik aja. Yaa paling cuma lagi rada pusing dikit aja tapi biasalah..kayanya semua orang yang udah kerja juga pasti ngerasain hal yang sama yak.

Ok.. langsung ke topik yang pengen di-share..

Kenapa orang tua melarang anaknya pacaran?
Ini adalah satu pertanyaan berikut pemberontakkan yang dilakukan anak-anak sekolah di masa ABG dan remaja. Tapi, perlu diakui juga tidak sedikit ada orang tua yang mengizinkannya. Orang tua yang mengizinkannya pun memiliki aturan-aturan tersendiri yang harus dipatuhi anaknya. Nah, yang menjadi persoalan adalah bagaimana anak yang dilarang orang tuanya berpacaran? So pasti akan ada dua jawaban. Ada yang patuh dan mendengar perkataan orang tuanya dan ada kubu yang di mana mereka memanfaatkan baik-baik anugerah Tuhan yang disebut akal (mengakali). ^_^

Tapi..ane bukan mau ngajak share akal-akalannya yak! Hehee.. agan-agan pasti udah pada tau sendiri dah caranya gimana-gimana..lagian sekarang khan rata-rata agan-agan yang mampir ke blog/notes ane minimal udah/lagi kuliah, pasti sedikit banyak pernah ngalamin dahh.. ^_^

Nah itu tuh gan! Kebanyakan dari kita sayangnya memandang hal tersebut sebagai “pengekangan hak-hak dasar ABG/remaja yang (katanya) sedang mencari jati diri, termasuk dalam hal cinta”. Padahal kalo dipikirkan secara positif, hal tersebut adalah salah satu bentuk kasih sayang orang tua. Namun sayangnya kadang orang tua kita tidak pandai memilih kata-kata yang tepat untuk menyampaikannya. Sehingga kita kebanyakan pun menyebutnya sebagai pengekangan.

Berikut adalah hasil ane searching sana-sini, kenapa orang tua melarang anaknya pacaran?

Takut hamil
Ini adalah alasan yang paling banyak ditemukan. Mereka, orang tua, takut anaknya hamil/menghamili di luar nikah, sehingga akan bikin malu keluarga dan yang paling ditakutkan orang tua, hamil itu akan menghancurkan masa depan si anak. Si anak akan menjadi bapak/ibu mendadak yang bahkan dia sendiri tidak inginkan sebelumnya.

Terjerumus ke dalam pergaulan bebas dan narkoba
Para orang tua sekarang sadar betul, keterkaitan antara pacaran, pergaulan bebas dan narkoba. Menurut mereka pacaran adalah sebuah jembatan yang bisa menghubungkan anaknya dengan pergaulan bebas. Karena alasan itulah mereka melarang anaknya pacaran.

Belum cukup umur
Faktor umur menjadi pertimbangan lain bagi orang tua untuk melarang anaknya pacaran. Semua ada masanya. Kalau sudah dewasa, toh! orang tua juga tidak akan melarang-larang lagi anaknya untuk pacaran. Bahkan, mereka justru akan menganjurkan anaknya untuk cepat mencari pasangan dan menikah.

Mengganggu waktu belajar
Yang dikhawatirkan orang tua ketika anaknya pacaran adalah keasyikan berpacaran. Sehingga akan mengganggu jadwal dan konsentrasi belajar si anak. Sebagai seorang pelajar, tugas utamanya tentu belajar dan orang tua menganggap pacaran akan memecah konsentrasi anaknya dalam belajar.

Takut anaknya salah pilih
Orang tua takut anaknya salah pilih dalam menentukan pasangan buat dirinya. Setiap orang tua menginginkan yang terbaik buat anaknya. Seharusnya, pada usianya sekarang seorang anak punya banyak pilihan untuk bergaul dan mengenal lebih banyak karakter orang. Menurut orang tua pacaran justru hanya akan membuat ruang gerak si anak terbatas, karena merasa terikat oleh pacarnya. Bagus kalau pacarnya itu bisa memberikan pengaruh yang baik dan positif. Bagaimana kalau justru memberikan pengaruh yang buruk..?

Takut kehilangan
Pada diri orang tua terkadang ada rasa cemburu ketika melihat anaknya dekat dengan orang lain selain mereka. Ada perasaan takut kehilangan. Buah hati mereka yang dulu masih ingusan ternyata sekarang sudah mulai menapaki fase kedewasaan. Satu bentuk lain dari kasih sayang orang tua terhadap anaknya.

Nah segitu deh gan hasil searching-searching ane. Kalo ada yang mau nambahin yuk ah di-share di mari..

Sekali lagi ya gan.. Alasan orang tua melarang pacaran itu bukan suatu bentuk pengekangan dan pemasungan kebebasan anak. Tapi itulah salah satu bentuk kasih sayang orang tua yang kadang salah kita menafsirkan.

Makasih gan udah mau nyimak ^_^
Semoga bermanfaat untuk kita, adik, sepupu, saudara, teman dan anak-anak kita di masa yang akan datang, Insya Allah.

1 komentar:

Zepe Heru Saputra.,S.S mengatakan...

Artikel yang sangat menarik!!

Perkembangan teknologi yang begitu cepat, sangat mempengaruhi pola pikir seseorang. Bayangkan saja, dulu kita harus jalan kaki ke rumah tetangga kalau mau mengundang rapat atau acara lainnya. Tapi sekarang, cukup dengan memainkan jari, undangan sampai dengan cepat, tanpa khawatir kalau undangannya tidak terbaca atau kabur terbawa angin. Namun segi positif dari teknologi tempo doeloe tersebut, semangat untuk bersosialisasi setiap orang sangatlah tinggi. Karena mereka harus berjalan dari rumah ke rumah, dan itu membuka kesempatan bagi mereka untuk bertemu dengan tetangga atau teman, mereka bisa say hello atau ngobrol singkat. Namun sekarang, cukup ada di dalam kamar, tanpa harus capek jalan, kita bahkan sudah bisa mengundang 1000 orang hanya dengan sekali pencet tombol, baik lewat HP atau lewat laptop. Kalau dilihat dari sudut negatifnya, sekarang anak-anak bisa dengan mudah mendapatkan video porno, baik lewat layanan di internet, atau dengan fasilitas Bluetooth yang biasa ada di HP atau di laptop. Anda sebagai orang tua, bagaimana? Sudah tahukah anda mengenai hal itu? Bila sudah atau belum, bagaimana menyikapinya?

Itu sedikit ilustrasi tentang perkembangan teknologi yang mengubah pola piker seseorang dan masyarakat. Semakin cepat teknologi itu berkembang, maka pola pikir manusia di seantero jagat raya ini pun semakin cepat berubah. Kita sebagai orang tua, yang mungkin terlalu sibuk bekerja dan segala urusan rumah tangga, sudahkah mengikuti perkembangan teknologi?

Bila anda tidak ingin buah hati anda terjerumus ke lembah hitam gara-gara pesatnya perkembangan teknologi tersebut, marilah mulai dari sekarang kita mengikuti perkembangan teknologi tersebut. Perangkat teknologi yang biasa dipakai hampir semua orang adalah HP dan Laptop. Anak-anak pun sudah pandai dalam mengakses perangkat-perangakat tersebut.
Maaf...berhubung daya tampung hurufnya tidak mencukupi, anda bisa baca selengkapnya di
http://lagu2anak.blogspot.com/2010/10/menjadi-orang-tua-yang-berpikir-positif.html