Rabu, 22 Oktober 2008

In Memoriam Timdis


Banyak orang mengatakan ospek adalah kegiatan yang tak berguna. Kegiatan yang diadakan untuk senior-senior yang senang menginjak dan menjatuhkan juniornya.

Berbeda dengan orang-orang tersebut, gue justru senang dengan adanya kegiatan ospek. Ok! Sekarang namanya bukan ospek lagi. Disetiap universitas, fakultas atau bahkan jurusan sudah mengharamkan penggunaan kata “ospek” sebagai kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Terlepas dari nama-nama kegiatan pengenalan kampus tersebut, gue justru senang dengan keberadaan acara ospek dan sejenisnya. Aneh! Tapi buat gue ajang tersebut banyak bermanfaat, bisa lebih kenal sama temen-temen baru bahkan sampai senior-senior yang boleh dikatakan seniornya senior.. hahahaa…

Acara tersebut mengenalkan kita bagaimana bertindak dalam situasi senang (kaga’ akan bisa senang sii dalam ospek mah, sedikit ketawa ada aja senior yang ngomel-ngomel), Susah ( gimana ga susah disuruh bawa yang macem-macem?), dan lelah (klo ini kolektif rasa ikut acara beginian)..

Ospek atau apalah namanya buat gue sangat asyik buat dikenang. Sangat lumayan buat bercerita kepada adik, saudara, anak, cucu nantinya..

Saat ini alam bawah sadar gue sedang membawa makhluk yang bernama lengkap Yudi Bastian ini berkelana dalam memori ketika menjadi Steering Committee Pengenalan Fakultas Sastra 2008 (SC PFS 2008). Setelah dua tahun berturut-turut berpartisipasi menjadi panitia pelaksana, sekarang di tahun yang ketiga gantian gue yang harus berbagi ilmu dan pengetahuan ke adik-adik panitia pelaksana atau Organizing Committee (OC).

Pengalaman hebat teman-teman!
Ternyata gue dan teman-teman SC yang lain bisa membuat OC melaksanakan tugasnya dengan baik dari awal sampai akhir. Walaupun ada banyak kekeliruan, kesalahan, dan kekurangan, namun mereka juga membuat banyak hal-hal yang bagus dan patut mendapat pujian.

Ketika menjadi panitia selama dua tahun gue selalu menjadi Tim Disiplin (Timdis), maka otomatis ketika menjadi SC pun gue ga lepas dari Timdis. Membantu teman-teman SC satu divisi, M. Aji Moerdani (kordinator SC Timdis), Muhammad (fisik), dan Bintang Stevi Tania (vocal) gue memegang tugas utama sebagai penyampai materi teori dan praktek latihan malam. Oh iya ada satu lagi yang tak patut dilupakan Bapak Gilar Ramdhani sebagai kordinator SC keseluruhan..

Selama penyampaian materi gue bersama teman-teman kadang menyimpan keirian kepada OC. Klo dibolehkan kami ingin berposisi seperti mereka kembali. Hal yang sangat mustahil diwujudkan, mengingat ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan, menjadikan kami bertugas sebagai OC selama dua tahun saja.

Banyak hal yang membuat kita kadang merindukan masa-masa latihan dan saat beraksi dihari pelaksanaan. Saat latihan banyak kejadian-kejadian lucu dan menyenangkan serta sedih yang mengharukan tersaji oleh kita untuk kita. Selama hari pelaksanaan kesulitan dan penyebalan disajikan oleh kita ke mahasiswa baru. Semuanya menjadi lucu ketika kita mengingat-ingat dimana kita yang berada sebagai mahasiswa baru. Lugu, polos yang penuh kepatuhan terhadap perintah senior dan sedikit kenakalan untuk mencari perhatian.

Tanpa maksud membeda-bedakan inilah orang-orang yang mendapat kesempatan langka menjadi Timdis 2008, Timdis yang kata salah satu kita disebut mempunyai Idealisme tentang bagaimana memandang kesalahan yang terjadi di dalam sebuah tim. Mereka adalah:
1. Agus Priyanto, si kordinator.
2. Febriyana, pasangannya si bapak koor.
3. Fushila Insani Solihat, masih tetep dengan cerewetnya.
4. Laras Sukmaningtyas a.k.a boyas, dengan kaca mata dan agak kecengoannya.
5. Rona Maryefti N, dengan kekalemannya.
6. Amelia Triane, lebih okeh Mel di Provokator..keren’
7. G. A. Rilis Cininta, yang suka bermanja-manjaan klo sehabis latihan.
8. Adi Prasetya, si orator dengan aksen jawanya dan ehm.ehmm..cinlok ni a’
9. Rico Verdian, masih dengan pertanyaan-pertanyaannya yang polos.
10. P. Jaka Pratama, payah Jekk.. ahahaa..ngga-ngga canda.
11. Resya Aprilian, ehm..push-upnya
12. M. Rizky Akbar, dipuji dikit dah ge-er..
13. R. Rakhmawati Khasanah, satu-satunya cewe berkerudung di Timdis kali ini, oh iya idealismenya mbak ehm..jangan kejurusan atuh ini kahn acara fakultas..
14. Amelia Hani, heran deh pas latihan disuruh ke depan langsung pucet-pucet tapi pas hari H, beuhh..galak amat mbak’
15. Saskia Soraya, patut disayangkan ya mbak ga bisa ikut pas hari H, tahun depan ikut lg aj ya.
16. Shinta Agustin, si kecil yang hobi ngupil.. dah dalem Taa..
17. Yuni Khairrunisa, ehm..cinloknya pak orator nih, dan masih tetep dengan aksen sundanya.
18. Dewi Yuliani, nah ni dia yang kata salah satu senior disebelin pas pengukuhan.
19. Feny Febriantini, pindah jalur ya mbak tapi maaf keinginanmu tak bisa dikabulkan.
20. Kristha Immanuel G, kritis c kritis tp so iye ni orang.
21. Yuki Permana, ni orang sedikit banget klo ngomong, panteskan ditaro di eksekutor.
22. Revyna Nurlisa Bella, selalu dengan eye shadow-nya, hampir sama kaya Yuki , Bella juga hemat klo ngomong tapi ini pas latihan aj, pas dah diluar mah ramee..
23. Rangga Hargo Baskoro, jalannya itu lho mas..hehehee…
24. Rinaldi Pratama, dasar’ bocah! Ga bisa diingetin sekali.
25. Didit Mardiansyah, hayo mas ajak nak-nak Timdis offroad, hahaa…
26. Nanda Yuniastuti, keras kepala parah ni orang.
27. Ghea Raissa, anak gahulnya Timdis nii, pas hari H nyerocos ajaa..
28. Imas Khotimah H, klo yang ni ce-es-nya c anak gahul, ahahaa.. keren’ Mas jd eksekutornya.
29. Mochamad Davie, jangan bisa cuma ng-plagiatin orang, kerja yang bener.
30. Andri Asmoro, sayang ya ga ikutan pengukuhan jadi ga tau deh jawaban yang ditanyain tempo hari.

Hohoo…masih ada satu lagi tapi dia ini Timdis yang sukses berposisi sebagai korlap (kordinator Lapangan) Deni Kurniawan..

Jaga Terus Kekompakan, Go-Fight-Win Timdis!!!

1 komentar:

Alberto Gilardhani mengatakan...

Kangen pak, suka bange dengan momen ini